Senin, 03 Juni 2013

Jenis-Jenis Mainan Edukatif Bagi Anak

Permainan Edukatif merupakan permaianan yang bertujuan untuk merangsang daya pikir anak-anak diusia dini untuk berlatih awal dalam berfikir dan belajar memahami,menganalisa,mengamati berbagai jenis maupun bentuk dari beberapa jenis permainan edukatif yang ada.
Mungkin di saat ini,beberapa jenis permainan edukatif sudah mulai jarang kita lihat dalam berbagai kegiatan PAUD(Paduan Anak Usia Dini),karena perkembangan jaman permainan edukasi sudah mulai ditinggalkan dan berganti dengan permainan dalam bentuk elektronik seperti gadget,tablet dan berbagai jenis permainan online yang berkembang saat ini.

Berikut beberapa jenis Permainan Edukatif,yang mungkin masih dapat kita temui untuk latihan awal dasar pada anak usia dini.

Contoh Mainan Edukatif untuk Pendidikan Anak
Anak-anak jika kecerdasannya dilatih sedini mungkin, akan membuat perkembangan inteligensinya lebih baik. Untuk balita kita bisa merangsang kecerdasannya dengan menggunakan Alat Permainan Edukatif (APE) seperti mainan edukatif. Mainan yang sekaligus memiliki nilai-nilai pendidikan tentunya.
Namun satu yang juga tidak boleh dilupakan sehubungan dengan mainan edukatif ini adalah menyangkut tingkat keamanan, terutama dari segi kandungan toxic/racun, yang banyak terdapat pada mainan plastik. Karena balita masih suka memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya, jadi kita harus selektif dalam memilih mainan edukatif. Sebab balita belum memiliki antibodi yang cukup kuat untuk melawan racun yang masuk ke tubuhnya.
  1.    Permainan BASIC MAZE

Mainan Edukasi Maze KAYU (papan alur) untuk melatih logika (klasifikasi warna) dan memperlentur gerakan tangan anak, agar dapat menulis/menggambar dengan lebih baik.

2. Permainan FROG BALANCE

Mainan edukasi dari KAYU, berupa mainan Timbangan dengan keping-keping warna yang bisa disusun tumpuk. Mengenalkan konsep kesimbangan, Melatih logika & baik untuk hiburan anak.
   3.   Permainan BASIC SHAPE

 Permainan ini bermanfaat untuk melatih konsentrasi, logika, motorik halus  anak untuk mencocokan tiap-tiap lubang pada keping-keping balok tipis berbagai warna dengan beberapa penghalang yang ada pada tiap batang kayu yang ada.
4.      4. Permainan  BINATANG LUNCUR
Permainan ini bermanfaat untuk melatih stimulasi visual dan konsentrasi anak serta mengenalkan anak tentang konsep tinggi rendah,pengenalan jenis binatang,dan warna.Permainan ini di anjurkan untuk anak usia 6bulan – 4tahun.  
5.      5. Permainan SEMPOA
Permainan ini sangat berguna untuk anak dalam belajar berhitung dan akurasi angka.Permainan ini juga melatih daya pikir anak-anak dalam pengenalan dalam menghitung dan meningkatkan logika anak-anak

    6. Permainan TIMBANGAN BUAH 

Permainan ini hampir sama dengan jenis permainan Frog Balance,bertujuan untuk mengenalkan konsep keseimbangan,mengenali berbagai jenis warna dan macam-macam bentuk buah.

.
6. 
P7. Permainan KERETA PUTAR


Permainan ini bertujuan untuk mengenalkan anak bentuk kereta,melatih gerakan yang disebut memutar dan mengajarkan konsep keseimbangan pada anak.
8.      8. Permainan PUZZLE
Permainan ini berfungsi untuk melatih logika,motorik halus dan melatih problem solving/pemecahan masalah untuk mencocokkan bentuk pada tiap potongan puzzle sehingga membentuk sebuah bentuk yang ada,untuk permainan puzzle ini dapat ditemui berbagai jenis binatang dan tumbuhan sehingga dapat menambah wawasan variatif pada anak.
9. Permainan PUZ GEO BABY

Permainan ini berguna untuk melatih motorik halus,pengenalan bentuk geometri dan logika anak-anak untuk mencari bentuk yang sesuai pada tiap papan nya.


9.    
P10. Permainan MAZE PRE WRITING
Permainan ini berguna untuk melatih motorik halus,pengenalan warna,pengenalan logika,pengenalan pola garis dan melatih persiapan ketrampilan sebelum menulis.Permainan ini satu tingkat lebih sulit dibandingkan dengan permainan Basic Maze,karena pola garis yang terdapat pada permainan ini lebih banyak dan berpola.
111. Permainan MENARA PELANGI
Permainan ini berfungsi untuk melatih motorik halus dan pengenalan warna,permainan ini bertujuan agar anak dapat menyusun balok kayu sesuai dengan ukuran bentuk dari yang paling besar hingga ke bentuk yang paling kecil.

Sabtu, 01 Juni 2013

Tips Memilih Mainan Anak yang Aman

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Banyaknya mainan anak yang beredar di pasaran dengan harga dan bentuk yang bervariasi harus menjadi perhatian para orangtua. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak ditemukan bergaman mainan anak yang mengandung zat kimia berbahaya berupa logam berat seperti Merkuri, Timbal, Kadmium dan Kromium.

Hal ini semakin diperparah dengan adanya pasar bebas, khususnya produk-produk China yang masuk ke Indonesia dengan harga murah dan bersaing. Banyak produk China masuk secara ilegal sehingga memunculkan kekhawatiran sejumlah orangtua akan keamanan produk mainan yang mereka beli untuk kesehatan anak mereka.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Noor Jehan, staf peneliti dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) membagikan beberapa tips untuk orangtua agar dapat memilih mainan yang aman untuk anak-anak mereka:

* Baca label dengan teliti: Kebanyakan orangtua membeli mainan anak tidak membaca label. Berdasarkan temuan YLKI, banyak mainan yang tidak memiliki label bahasa Indonesia. Padahal, dalam peraturan perdagangan dijelaskan bahwa produk apa pun harus mencantumkan label berbahasa Indonesia, yang berisi tentang bagaimana cara menggunakannya dan untuk usia berapa.

* Harga mahal belum tentu aman
: Selama ini, banyak orang tua beranggapan bahwa harga menentukan kualitas. Hal ini memang benar, tetapi tidak selamanya harga mainan yang mahal itu aman. "Dari temuan yang kita dapatkan, ada mainan anak yang harganya Rp 30 ribu sampai Rp 300 ribu. Ternyata yang mahal itu masih terdapat bahan kimia dan logam berbahaya," kata Noor.

* Membeli mainan sesuai usia anak
: Misalnya, untuk anak berusia 3 tahun sebaiknya jangan dibelikan mainan yang ukurannya terlampau kecil. Karena yang ditakutkan, anak Anda akan memasukkan mainan tersebut ke dalam mulut mereka. "Sehingga, apabila zat berbahaya itu masuk ke dalam tubuh dan berakumulasi akan membahayakan kesehatan anak," tambahnya.

* Periksa fisik mainan: Beberapa mainan edukasi anak umumnya berbahan dasar kayu seperti sempoa. Sehingga penting untuk melihat dan memeriksa kondisi permukaan mainan, apakah aman atau tidak bagi anak. Karena serpihan mainan berbahan kayu yang tidak mulus misallnya bisa masuk ke tangan anak-anak atau bahkan ikut termakan

http://jogja.tribunnews.com/2013/05/15/tips-memilih-mainan-anak-yang-aman/